Page 17 - ANTOLOGI PUISI X IPA 6
P. 17
Ialah Ibuku
Rizka Nadya Calista (33)
Malaikatku,
Ialah ibuku
Manisnya senyum lelehkan beku hatiku
Tulusnya pelukan buatku lupa seberapa pahit masalahku
Satu-satunya tempatku tumpahkan tangis dan sedu
Namun, mengapalah selalu kusia-siakan kasih itu
Pelitaku,
Ialah ibuku
Nasihatnya terangi gelapnya hidupku
Cerahnya perkataan dirinya menuntunku
Terang benderang, taburkan harapan jumlahnya beribu
Diriku tak tahu mengapa 'ku berbalik dari cahaya itu
Guruku,
Ialah ibuku
Wawasannya yang begitu lapang, begitu kukagum
Tajamkan potensi yang menggebu dalam diriku
Kompetensi yang sama pada dirinya, sang Ibu
Tak akan kusia-siakan lagi seperti dulu
Segalanya untukmu, Ibuku
Terima kasih yang kubendung selama ini pun tak cukup
Beribu maaf 'tuk tebus kesalahan kuserukan untukmu
Lihatlah Ibu, aku 'kan jadi unggul
Janjiku adalah 'kan kubanggakan dirimu
Akulah gadismu, buah hatimu satu-satunya, Ibuku
4

