Page 24 - ANTOLOGI PUISI X IPA 1
P. 24

Kala Semu



                                    Genakeisha Maude
                           Rintik lewat beberapa saat lalu
                     Menyudutkan langkah yang tak punya arah
                     Berlari bersama hujan menyapu relung hati
                     Hingga gundah dilanda nestapa tiap tiada

                 Ada yang berdiri di depan sana dan ia bertopeng

                   Ada yang berdiri di depanku dan ia bertopeng
             Ada yang berdiri di depan semua orang dan ia bertopeng
                              Pikirku heran siapakah ia?

                      Yang bayangnya menghujam di tiap bait
                        Larik demi larik menguak sebuah diksi
                   Adakah laku yang mampu mengubah sosoknya
                               Agar ia menjadi dirinya

                         Tolong panggilkan hujan sekali lagi
                          Biar luntur topeng itu bersama air
                         Biar tergambar wajah secara rinci
                            Biar jelas sosok ia sebenarnya















           15
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29