Page 72 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 72
Nakula
Haris Fairuz Hakim
Namanya candu di telingaku, yang membuatku rindu setiap saat
Aku selalu mengingatnya berkali-kali lipat
Kerinduan ini terasa seperti dingin tanpa hangat
Untukku ini terasa begitu berat
Lantaran aku rindu sendiri, di saat harapanku kepadamu sudah
mulai berkarat
Aku harap aku kuat menunggumu setiap saat, walaupun kau tak
kunjung datang dalam pelukan hangat
57

